Breaking News
Loading...

Mobil Listrik Dahlan Iskan

http://i.okezone.com/content/2012/07/16/52/663743/NEZ153h26l.jpg
Mobil Listrik Dahlan Iskan - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan untuk pertama kalinya mengendarai mobil listrik yang dipromosikan sejak Maret lalu. Mobil listrik bikinan insinyur Dasep Ahmadi ini melaju dari Depok, Jawa Barat, menuju Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jalan Thamrin, Jakarta, Senin 16 Juli 2012.

Dasep mengatakan, mobil listrik berwarna hijau yang dipakai Menteri Dahlan hari ini merupakan produksi pertama perusahaannya. Di bengkelnya di Jalan Jatimulya, Depok, teknisi sedang membuat dua body kendaraan yang sama. Namun lokasi tersebut hanyalah bengkel penelitian. Di Cibinong, ia memiliki pabrik yang sanggup memproduksi lebih banyak mobil listrik. "Hingga 2014 kami bisa membuat lima ribu mobil listrik," ujar dia.

Mobil listrik yang dikendarai Menteri Dahlan berbentuk seperti mobil perkotaan kebanyakan. Namun perbedaan paling nyata ada pada jeroannya. Mobil ini tidak lagi menggunakan mesin pembakaran internal, melainkan motor listrik yang energinya didapat dari suntikan 36 sel baterai lithium ion berkapasitas 21 kilowatt jam.

"Baterai baru kami dapatkan pekan lalu," ujar Dasep kepada
Tempo di depan Gedung BPPT, siang tadi. "Komponen lain sudah siap sejak Juni."

Insinyur lulusan Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung ini membangun mobil listrik sejak 1,5 tahun lalu. Perusahaan yang ia dirikan, PT Sarimas Ahmadi Pratama, pernah membuat mobil berbahan bakar minyak 150 cc bernama mobil rakyat (Mobira). Kini ia membuat lagi mobil bebas emisi yang diklaim lebih hemat energi.


Baterai yang terpasang bisa diisi menggunakan listrik PLN yang ada di rumah tangga. Sekali pengisian penuh membutuhkan waktu sekitar 8 jam dengan kebutuhan daya mencapai 2500 watt. Pada kapasitas penuh, mobil bisa menempuh jarak hingga 126 kilometer. Namun terdapat pilihan pengisian cepat yang sanggup mengisi 80 persen baterai dalam waktu 30 menit saja.


Perhitungan yang dilakukan Dasep menunjukkan mobil listrik menghemat pengeluaran untuk energi. Dengan jarak tempuh 7-8 kilometer per kiloWatt jam dan tarif listrik nonsubsidi sebesar Rp 1.100 per kiloWatt jam, maka perjalanan sejauh 126 kilometer hanya membutuhkan biaya sebesar Rp 18.480. Angka ini akan lebih murah lagi jika mobil listrik diisi menggunakan listrik subsidi, yaitu Rp 12.264.


Sebagai perbandingan, mobil bahan bakar Premium paling hemat biasanya menghabiskan satu liter bensin untuk jarak 15 kilometer. Jarak sejauh 126 kilometer membutuhkan bensin sebanyak 8,4 liter atau setara dengan pengeluaran sebanyak Rp 37.800. Itu pun masih menggunakan bahan bakar bersubsidi.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog sederhana ini, Tidak ada salahnya untuk memberikan komentar untuk kemajuan blog ini.
Catatan komentar yang tidak ditampilkan :
1. Komentar SPAM
2. Komentar tidak bermutu / tidak nyambung.
3. Memasukan Link ke dalam kotak komentar blog.

 
Toggle Footer