Breaking News
Loading...
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jika ada perkataan saya yang salah, ada salah dalam penulisan artikel ataupun ada artikel yang tidak pantas untuk dipublikasikan.

Saya Ray Ferdian selaku Admin Blog ini Mengucapkan Mohon Maaf Lahir Batin.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

5 Pekerjaan Hi-Tech Bergaji Paling Besar

5 Pekerjaan Hi-Tech Bergaji Paling Besar - Pusing karena susah cari kerja? Jangan berkecil hati dulu. Ada kesempatan menjanjikan dari sektor teknologi. Bekerja di bidang teknologi selain menarik, keren, gajinya juga menggiurkan. Lebih hebatnya lagi, masih banyak perusahaan teknologi yang mengeluhkan kurangnya sumber daya manusia berkualifikasi untuk mengisi lowongan-lowongan yang ada.

Kenapa? Alasan utamanya, profesi di bidang teknologi tergolong baru dan tercipta berkat booming tablet, ponsel pintar dan media-media jejaring sosial. Beruntungnya lagi, sebagian besar lowongan profesi ini tidak membutuhkan kriteria pengalaman bertahun-tahun bahkan tidak ada pelatihan teknis. Beberapa juga tidak mensyaratkan pelamarnya dari jurusan ilmu tertentu.


Asalkan Anda muda, mau belajar, melek teknologi dan siap mengeksplor berbagai kesempatan yang ada, pekerjaan-pekerjaan hi-tech ini sangatlah menjanjikan. Berikut ini daftar lima pekerjaan di bidang teknologi yang menawarkan gaji besar, dilansir dari AOLJobs.com bekerjasama dengan CareerBuilder:

1. Spesialis Mesin Pencarian
Gaji tahunan rata-rata:
US$ 65.500 (Rp 615,7 juta)

Tugas sehari-hari:
Pakar mesin pencarian membantu situs bisnis perusahaan memperoleh peringkat tinggi di Google, Bing, Yahoo dan mesin pencarian lainnya. Jadi setiap pengguna mencari suatu produk, jasa atau perusahaan yang spesifik, situs klien akan muncul di hasil pencarian, lebih baik kalau masuk di halaman pertama.

Hingga akhir, spesialis mesin pencarian membuat dan mengelola situs-situs, merancang strategi dan kampanye iklan untuk mendukung kliennya. Mereka juga menganalisa data untuk memastikan gol kliennya tercapai.

Mengapa profesi ini banyak dibutuhkan perusahaan:
Kemampuan untuk menciptakan halaman situs menarik yang muncul di hasil pencarian teratas di mesin pencarian merupakan salah satu cara perusahaan mempromosikan dan menjual produk atau jasa mereka. Mempekerjakan spesialis yang mengerti teknik pencarian dan desain website membantu konsumen lebih mudah menemukan bisnis dan produk yang mereka cari/sukai. Jumlah permintaan spesialis mesin pencarian di CareerBuilder.com meningkat 15% per April 2012.

Latar belakang yang ideal:
Sarjana dari jurusan ilmu komputer dan sejenisnya yang terkait. Kemampuan menulis dan verbal kuat, berpengalaman dengan internet dan mampu berhadapan dengan deadline yang ketat merupakan kuncinya.

2. Manajer media sosial
Gaji tahunan rata-rata:
US$ 68.500 (Rp 643,9 juta)

Tugas sehari-hari:
Manajer media sosial menggunakan situs-situs seperti Facebook dan Twitter untuk mempublikasikan produk atau jasa perusahaannya. Hari-hari biasa mungkin dihabiskan dengan menjawab pertanyaan atau keluhan pelanggan via media sosial, menulis di blog dan menganalisa efektifitas kampanye media sosial.

Mengapa profesi ini banyak dibutuhkan perusahaan:
Semakin banyak perusahaan yang menggantungkan diri pada media sosial untuk memikat konsumen maka jumlah permintaan manajer media sosial pun meningkat pesat. Hingga akhir April 2012, jumlah permintaan manajer media sosial di CareerBuilder meningkat hingga 56%.

Latar belakang yang ideal:
Kemampuan berorganisasi dan pemahaman media sosial yang tinggi, juga ilmu komunikasi verbal serta tertulis yang baik. Terbuka bagi sarjana dari jurusan atau latar belakang pendidikan apa pun.

3. Peneliti data
Gaji tahunan rata-rata:
US$ 78.500 (Rp 737,9 juta)

Tugas sehari-hari:
Anggaplah ilmuwan data seperti jurnalis yang tidak bekerja dengan kata-kata, melainkan angka-angka. Layaknya jurnalis yang mengolah laporan sains menjadi cerita yang bisa dibaca dan dipahami orang banyak, begitu pula ilmuwan data yang mengubah angka-angka jadi bermanfaat bagi keseharian orang-orang.
Ilmuwan data juga menggali angka dalam-dalam ke daerah yang belum tersentuh untuk menemukan informasi yang mungkin tidak disadari orang lain. Ilmuwan data bisa bekerja untuk berbagai jenis organisasi. Mulai dari NASA hingga Amazon.com.

Mengapa profesi ini banyak dibutuhkan perusahaan:
Kemajuan teknologi menyebabkan ledakan informasi dan banyak perusahaan butuh pekerja untuk menyortir semua data tersebut. Laporan terbaru dari McKinsey & Co. memprediksi di AS saja ada defisit 190,000 pekerja dengan kemampuan analisa yang dibutuhkan untuk menjadi ilmuwan data. Hingga April 2012, jumlah permintaan ilmuwan data di CareerBuilder melonjak 82%.

Latar belakang yang ideal:
Kemampuan analisa dan matematika yang kuat. Lebih diminati jika memiliki gelar sarjana.

4. Pengembang aplikasi mobile
Gaji tahunan rata-rata:
US$ 88.000 (Rp 827,2 juta)

Tugas sehari-hari:
Merancang dan membuat aplikasi mobile atau aplikasi komputer yang membantu pengguna ponsel pintar serta tablet membaca, belanja, mencari informasi, bermain games dan banyak lagi

Mengapa profesi ini banyak dibutuhkan perusahaan:
Hampir separuh orang AS memiliki ponsel pintar dan seperempatnya berencana membeli iPad atau tablet sejenis. Ledakan tren kepemilikan gadget membuat perusahaan produsen selalu kekurangan pengembang aplikasi mobile. ITCareerFinder.com baru-baru ini memilih pengembang aplikasi mobile sebagai Pekerjaan Komputer Masa Depan No. 1 hingga 2020.

Situs itu menulis, selalu ada lebih banyak permintaan daripada sumber daya terlatih dan berkualifikasi untuk memenuhi lowongan kerja yang satu ini, apalagi untuk sistem operasi Apple dan Android. Hingga akhir April 2012, jumlah permintaan pengembang aplikasi mobile meningkat 20%.

Latar belakang yang ideal:
Sarjana jurusan ilmu komputer dan sejenisnya yang terkait. Fasih dengan kode komputer, software dan sistem operasi.

5. Arsitek 'Cloud'
 Gaji tahunan rata-rata:
US$ 100.000 (Rp 940 juta)

Tugas sehari-hari:
Arsitek komputasi awan kerap bekerjasama dengan tim IT perusahaan untuk memastikan teknologi yang dikembangkan sesuai keinginan dan kebutuhan klien

Mengapa profesi ini banyak dibutuhkan perusahaan:
Komputasi awan mulai jadi pilihan perusahaan untuk menyimpan data-datanya. Daripada menggunakan hard drive, menyimpan data via internet dengan komputasi awan bisa cukup menghemat anggaran. Bisnis komputasi awan sedang tumbuh pesat dan menjanjikan.

Besarnya permintaan berarti kebutuhan akan karyawan yang mengerti komputasi awan juga meningkat Per April 2012, jumlah permintaan arsitek Cloud melambung 92%.

Latar belakang yang ideal:
Sarjana jurusan teknologi informasi, komputer dan sejenisnya yang terkait. Kemampuan customer service bisa jadi nilai tambah utama.

0 komentar:

Poskan Komentar

Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog sederhana ini, Tidak ada salahnya untuk memberikan komentar untuk kemajuan blog ini.
Catatan komentar yang tidak ditampilkan :
1. Komentar SPAM
2. Komentar tidak bermutu / tidak nyambung.
3. Memasukan Link ke dalam kotak komentar blog.

 
Toggle Footer