Breaking News
Loading...

Komunisme

A.    Definisi
Komunisme adalah gerakan pemikiran dan ekonomi yang bersifat Yahudi dan permisifisme (yang menghalalkan segalanya). Faham ini di dirikan oleh Karl Marx, berasaskan atheisme, menghilangkan hak peribadi dan hak mewarisi serta melibatkan semua rakyat dalam produksi secara sama rata.
B.    Pendiri Komunisme
Pendiri komunisme modern adalah Karl Marx, seorang Yahudi berkebangsaan Jerman. Para peneliti menyebutkan tentang kepribadiannya bahwa ia adalah seorang yang gagal, pengangguran yang memiliki seluruh karakteristik Yahudi seperti pedengki, benci kepada semua orang. Ditambah lagi ia adalah seorang pemalas dan miskin. Kemudian kondisi psikologi dan ekonomi yang sulit itu dimanfaatkan oleh orang-orang Yahudi, yang pada akhirnya itu semua membuat Karl Marx menyerukan teori komunisme.
C.    Sejarah Komunisme
Komunisme adalah faham dan ideologi yang sudah ada sejak dahulu. Dalam sejarah ia pernah muncul lebih dari sekali. Pada tahun 487 M, di Persia pernah muncul seorang laki-laki yang bernama Mazdak yang menyeru kepada komunisme dan berserikatnya manusia dalam hal harta dan wanita. Gerakannya disebut Mazdakiyah. Ketika fitnah semakin membesar dan orang-orang jelata mengikutinya maka ia digugat dan diprotes oleh orang-orang sampai akhirnya ia di bunuh.
Demikian pula Hamdan Qirmith pernah menyeru kepada faham komunisme yang di nisbatkan kepada gerakan Qoromithoh yang populer muncul pada tahun 288 H, dan sesudahnya di Bahrain, Yaman dan Irak
Adapun komunisme Marx yang modern –yang sedang kita bahas- dideklarasikan oleh Marx dengan bantuan rekannya, Engels pada tahun 1848 M. Sebagai suatu revolusi komunisme terhadap kapitalisme barat dan pihak gereja yang sangat mendikte rakyat. Akan tetapi ia adalah suatu revolusi yang melampaui batas dan liar, bahkan lebih keras dan lebih parah lagi.
Seruan kedua orang itu tak ubahnya dengan memadamkan kebakaran dengan bahan bakar, sehingga makin membuat berkobarnya api tersebut, dengan pemikiran mereka yanng keji dan atheis itu.
Komunisme tetap sebagai suatu gagasan yang bersifat teori sampai munculnya revolusi komunisme yang populer di Rusia, tahun 1917 M. Di bawah pimpinan Lenin (seorang Yahudi) dan dengan pedanaan dan pengorganisasian Yahudi internasional.
Sekarang faham ini menyebar di wilayah luas di dunia ini, meliputi: Asia Timur, Asia Utara dan sekitarnya dari negara-negara Islam, serta Eropa Timur. Ditambah lagi wilayah-wilayahnya yang semakin meluas hari demi hari, khususnya Afrika, Asia Tenggara, Amerika Selatan dan lain-lain.
D.   Asal Komunisme Modern
Yang dapat dikatakan tentang komunisme modern adalah minimal ia merupakan suatu hukuman bagi kemanusiaan karena berlarut-larut dalam kefasikan, kesesatan, dan mengkufuri nikmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala serta sebagai suatu ujian dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala bagi siapa yang di uji dengannya dari kalangan kaum muslimin.
Hal itu karena komunisme tidak lain adalah suatu rencana Yahudi yang dzolim, yang didirikan dan disebar luaskan oleh Yahudi dengan maksud yang menyengsarakan kemanusiaan dan menghancurkan secara maknawiyah (mental), ekonomi, moral, dan politik agar mudah bagi kaum Yahudi untuk menegakkan daulah (negara) yang mereka nanti-nanti berdasarkan anggapan mereka yakni kerajaan Israel Raya.
Dan muktamar-muktamar Yahudi, brosur-brosur mereka, pertemuan dan protokolat-protokolat mereka senantiasa mengungkapkan kebanggaan dan kegembiraan mereka atas berdirinya dan menyebarnya komunisme, karena ia adalah satu tahapan dari tahapan-tahapan mereka untuk mencapai cita-cita mereka diatas pundak ummat dan bangsa. Dan kini mereka (Yahudi) berusaha dengan serius untuk menjatuhkan komunisme karena kepentingan-kepentingan mereka telah selesai.
Meskipun telah jelas sekali keterkaitan komunisme dengan Yahudi dan bahwa mereka sebangsa dengannya, akan tetapi dunia –khususnya kaum muslimin- tetap saja dalam keadaan lalai akan bahaya yang meliputi mereka ini dan seolah-olah mereka tidak pernah mendengar, melihat dan mengetahui sesuatupun dari apa yang terjadi. Padahal peristiwa-peristiwa Afghanistan dan Turkistan tidak jauh dari kita, maka Inna lillahi wa inna ilahi roji'uun. Akan tetapi harapan kita akan kebangkitan para pemuda Islam insya Alloh tetap besar.
E.     Prinsif-Prinsip Komunisme
Telah disebutkan bahwasanya komunisme berdiri di atas atheisme, materialistis dan sosialisme secara global, dan sekarang akan kita rinci prinsip-prinsip terpenting yang menjadi landasan komunisme, yaitu:
a)      Bahwa materi (nature) merupakan asal kehidupan, dan tidak ada bagi alam ini pencipta dan pengatur. Dari sini jelas bahwa ia memerangi keimanan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala, memerangi seluruh agama. Para pengikut komunisme berpendapat bahwa membunuh orang-orang yang beriman kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala dan kepada agama adalah suatu keharusan dan termasuk dasar-dasar tegaknya komunisme. Oleh karena itu ketika terjadinya revolusi komunisme di Rusia mereka menggempur wilayah-wilayah Islam yang ada di sekitarnya dan membantai jutaan kaum muslimin. Tidak ada yang selamat dari mereka kecuali siapa yang menjadi atheis atau menyembunyikan keIslamannya atau mengucapkan kata-kata kufur.
b)      Bahwa pertentangan antara komunisme dan kapitalisme, antara kaum buruh atau kaum miskin dan orang-orang kaya atau borjuis, dan antara unsur-unsur materi itu sendiri adalah suatu keharusan. Para penganut komunisme menganggap bahwa kapitalisme telah meraih kemenangan pada masa ini, dan mereka mengklaim bahwa pada masa yang akan mendatang kemenangan akan pasti diraih oleh komunisme. Oleh karena itu kita lihat mereka mati-matian dalam menyebabkan komunisme dengan segala cara. Dan mengikuti hal itu maka mereka juga berkeyakinan bahwa keluhuran akhlak, rasa malu, keutuhan masyarakat dan bangunan kekeluargaan adalah tradisi kuno, termasuk dari sisa-sisa masa lalu yang gelap menurut anggapan mereka.
c)      Bahwa kekuasaan dinegeri komunisme wajib berada ditangan buruh yang menurut istilah kaum komunisme; golongan proletar. Maksud dari prinsip ini adalah membangkitkan kecemburuan orang-orang miskin dan para buruh terhadap orang kaya dan para penguasa, serta menghasut orang-orang yang memiliki  kecenderungan dan syahwat kebinatangan untuk membuat kekacauan dan menyebarkan  kekejian.

SEJARAH KOMUNISME DI INDONESIA
Komunisme di Indonesia memiliki sejarah yang kelam, kelahirannya di Indonesia tak jauh dengan hadirnya para orang-orang buangan dari Belanda ke Indonesia dan mahasiswa-mahasiswa jebolannya yang beraliran kiri. Mereka diantaranya Sneevliet, Bregsma, dan Tan Malaka (yang terahir masuk setelah SI Semarang sudah terbentuk). Alasan kaum pribumi yang mengikuti aliran tersebut dikarenakan tindakan-tindakanya yang melawan kaum kapitalis dan pemerintahan, selain itu iming-iming propaganda PKI juga menarik perhatian mereka. Gerakan Komunis di Indonesia diawali di Surabaya, yakni di dalam diskusi intern para pekerja buruh kereta api Surabaya yang dikenal dengan nama VSTP. Awalnya VSTP hanya berisikan anggota orang Eropa dan Indo Eropa. saja, namun setelah berkembangnya waktu, kaum pribumi pun ikut di dalamnya. Salah satu anggota yang menjadi besar adalah Semaoen kemudian menjadi ketua SI Semarang. Komunisme Indonesia mulai aktif di Semarang, atau sering disebut dengan Kota Merah setelah menjadi basis PKI di era tersebut. Hadirnya ISDV dan masuknya para pribumi berhalauan kiri ke dalam SI (Sarekat Islam) menjadikan komunis sebagian cabangnya karena hak otonomi yang diciptakan Pemerintah Hindia Belanda atas organisasi lepas menjadi salah satu ancaman bagi pemerintah. ISDV menjadi salah satu organisasi yang bertanggung jawab atas banyaknya pemogokan buruh di Jawa. Konflik dengan SI pusat di Yogyakarta membuat personil organisasi ini keluar dari keanggotaan SI, setelah disiplin partai atas usulan Haji Agus Salim disahkan oleh pusat SI. Namun ISDV yang berganti nama menjadi PKI semakin kuat saja dan diantara pemimpin mereka dibuang keluar Hindia Belanda. Kehancuran PKI fase awal ini bermula dengan adanya Persetujuan Prambanan yang memutuskan akan ada pemberontakan besar-besaran di seluruh Hindia Belanda. Tan Malaka yang tidak setuju karena komunisme di Indonesia kurang kuat mencoba menghentikannya. Namun para tokoh PKI tidak mau menggubris usulan itu kecuali mereka yang ada di pihak Tan Malaka. Pemberontakan itu terjadi pada tahun 1926-1927 yang berakhir dengan kehancuran PKI dengan mudah oleh pemerintah Hindia Belanda. Para tokoh PKI menganggap kegagalan itu karena Tan Malaka mencoba menghentikan pemberontakan dan mempengaruhi cabang PKI untuk melakukanya.
Gerakan PKI lahir pula pada masa Perang Kemerdekaan Indonesia yang diawali oleh kedatangan Muso secara misterius dari Uni Sovyet ke Negara Republik (Saat itu masih beribu kota di Yogyakarta). Sama seperti Soekarno dan tokoh pergerakan lain, Muso berpidato dengan lantang di Yogyakarta dengan kepercayaanya yang murni komunisme. Disana ia juga mendidik calon-calon pemimpin PKI seperti D.N. Aidit. Musso dan pendukungnya kemudian menuju ke Madiun. Disana ia dikabarkan mendirikan Negara Indonesia sendiri yang berhalauan komunis. Gerakan ini didukung oleh salah satu menteri Soekarno, Amir Syarifuddin yang tidak jelas ideologinya. Divisi Siliwangi akhirnya maju dan mengakhiri pemberontakan Muso ini. Beberapa ilmuwan percaya bahwa ini adalah konflik intern antarmiliter Indonesia pada waktu itu.
Pasca Perang Kemerdekaan Indonesia tersebut PKI menyusun kekuatannya kembali. Didukung oleh Soekarno yang ingin menyatukan semua aspek masyarakat Indonesia saat itu, dimana antar ideologi menjadi musuh masing-masing, PKI menjadi salah satu kekuatan baru dalam politik Indonesia. Permusuhan itu tidak hanya terjadi di tingkat atas saja, melainkan juga di tingkat bawah dimana tingkat anarkisme banyak terjadi antara tuan tanah dan para kaum rendahan. Namun Soekarno menjurus ke kiri dan menganak-emaskan PKI. Akhirnya konflik dimana-mana terjadi. Ada suatu teori bahwa PKI dan militer yang bermusuhan akan melakukan kudeta. Yakni PKI yang mengusulkan Angkatan Perang Ke 5 (setelah AURI, ALRI, ADRI dan Kepolisian) dan isu penyergapan TNI atas Presiden Soekarno saat ulang tahun TNI. Munculah kecurigaan antara satu dengan yang lain. Akhirnya dipercaya menjadi sebuah insiden yang sering dinamakan Gerakan 30 September.
Ada kemungkinan Indonesia menjadi negara komunis andai saja PKI berhasil berkuasa di Indonesia. Namun hal tersebut tidak menjadi kenyataan setelah terjadinya kudeta dan peng-kambing hitaman komunisme sebagai dalang terjadinya insiden yang dianggap pemberontakan pada tahun 1965 yang lebih dikenal dengan Gerakan 30 September. Hal ini juga membawa kesengsaraan luar biasa bagi para warga Indonesia dan anggota keluarga yang dituduh komunis meskipun belum tentu kebenarannya. Diperkirakan antara 500.000 sampai 2 juta jiwa manusia dibunuh di Jawa dan Bali setelah peristiwa Gerakan 30 September. Hal ini merupakan halaman terhitam sejarah negara Indonesia. Para tertuduh yang tertangkap kebanyakan tidak diadili dan langsung dihukum. Setelah mereka keluar dari ruang hukuman mereka, baik di Pulau Buru atau di penjara, mereka tetap diawasi dan dibatasi ruang geraknya dengan penamaan Eks Tapol.
Semenjak jatuhnya Presiden Soeharto, aktivitas kelompok-kelompok komunis, marxis, dan haluan kiri lainnya mulai kembali aktif di lapangan politik Indonesia, walaupun belum boleh mendirikan partai karena masih dilarang oleh pemerintah.

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah mau berkunjung ke Blog sederhana ini, Tidak ada salahnya untuk memberikan komentar untuk kemajuan blog ini.
Catatan komentar yang tidak ditampilkan :
1. Komentar SPAM
2. Komentar tidak bermutu / tidak nyambung.
3. Memasukan Link ke dalam kotak komentar blog.

 
Toggle Footer